 |
 |
Jam |
 |
|
 |
Menu |
 |
|
 |
LinK |
 |
|
 |
Member Online |
 |
| |
Tamu Online: 2
Tidak ada Member yang Online
Member Terdaftar: 34
Member Belum Aktivasi: 93
Member Terbaru: agus budi setyarto
|
|
|
 |
User Terakhir Login |
 |
|
 |
Yahoo IM Admin |
 |
|
 |
Polling |
 |
|
|
 |
  |
 |
| | |
 |
 Selamat Datang |
 |
|
![]() |
Selamat Datang di Situs Komunitas Warga Kec. paranggupito, Kab. Wonogiri, Jawa Tengah, Terimakasih untuk www.wonogiri.org yang telah menyediakan space untuk kami, mudah - mudahan kita semua bisa bersama - sama membangun Wonogiri tercinta
|
![]() |
| |
 |
 Topik Forum Terakhir yang Aktif |
 |
| | |
 |
 Foto Update |
 |
| | |
 |
 Daftar Berita |
 |
|
![]() |
| Judul | | Dikirim oleh | Tanggal | Komentar | Dibaca |
|
![]() |
| |
 |
  |
 |
|
![]() |
bangga neh jadi wong parang, menjelang pemilu 2009 ini situasi politik di paranggupito masih relatif stabil, walaupun sudah banyak caleg yang bergerilya turun kedaerah berikut dengan pemasangan bendera, umbul-umbul, poster dan perangkat yang lain. ada yang perlu dis=cermati kali iniyang mana pada pemilu lalu paranggupito hanya mengajukan 2 caleg asli parang, maka pemilu 2009 ini paranggupito memliki 3 orang yang berkeinginan mencalonkan diri sebagai caleg.
1. Partai Amanat Nasional diwakilkan saudaraku BUDI HANDRIO yang sampai sekarang juga sebagai pengurus dpc PAN kecamatan paranggupito, berjiwa muda, penuh semangat, dan tentunya asli pemuda paranggupito.
2. Partai GOLKAR sebagai partai yang mungkin terbesar di kecamatan ini cukup wajarlah apabila ada seorang kader yang maju mencalonkan diri, ibu JON MARYATIN yang memang memiliki pengalaman yang tinggi, mumpuni, wanita dan pengalaman memimpin DEsa GUnturharjo selama 2 periode sudah cukup sebagai bekal kepemimpinan.
3. PKS sebagai pendatang baru dan mungkin partai yang eksklusive cukup wajar apabila mulai saat ini merapatkan ke kalangan menegah ke bawah. mungkin di paranggupito masih sedikit suara untuk PKS arena kefanatikan kepada 2 partai besar saat ini. namun masih cukup banyak usaha untuk menggolkan caleg PKS ini ke DPRD. Ibu WINARTI dengan percaya diri maju melalui partai ini. sebagai istri seorang kepala desa tentunya juga memiliki bakat dan kemampuan kepemimpinan.
Paranggupito kini punya pilihan sebagai calon wakil legislatif di DPRD, yang selama ini kita hanya bisa terwakilkan oleh orang lain yang notabene bukan asli parang yang kemungkinan besar juga jarang berkunjung. Saatnnya mempercayakan aspirasi kita pada yang asli PARANGGUPITO. jangan hanya kita dijadikan lumbung suara orang lain yang belum tentu saat menjabat akan berpihak pada kita.
barvo saudaraku, selamat berjuang semoga menjadi wakil yang amanah
amin
|
![]() |
| |
 |
  |
 |
|
![]() |
misi budaya lagi??? apa mungkin utang lagi ya???
Begug tak terbuka soal dana
Wonogiri (Espos) Bupati Begug Poernomosidi tidak terbuka soal dana yang digunakan tim kesenian Wonogiri ke Singapura.
Sementara itu, tim kesenian yang terdiri atas 52 orang berangkat ke Singapura Rabu (28/1) kemarin.
Menurut Begug, tidak dibeberkannya anggaran tim kesenian kepada publik, lantaran dana tersebut tidak diambilkan dari APBD. Karena itu, dia beralasan tidak diperlukan pertanggungjawaban kepada elemen masyarakat, termasuk DPRD Wonogiri.
“Soal dana itu urusan saya pribadi. Saya kira hal itu tidak perlu saya sampaikan,” ujarnya singkat saat ditemui Espos di Pendapa Rumah Dinas Bupati.
Dia mengatakan, pemberangkatan tim kesenian Wonogiri dalam rangka mengisi acara Parade Chingay di Singapura. Acara tersebut berlangsung Jumat-Sabtu (30-31/1). Kesenian yang ditampilkan berupa seni reog dan beberapa tarian dari berbagai daerah di Indonesia.
Tarian itu meliputi tari Yapong dari Betawi, tari Bedaya Ponco Retno, Bambangan Cakil, Merak, Gatotkaca Gandrung, Kethek Ogleng dari Jateng, tari Piring dari Sumatra, tari Jaipong Adu Manis dari Jabar, tari Sri Panganti, Ganong, Jatilan dan tari Warok dari Jatim. Selain itu, juga tari Sulung Duyung dari Yogyakarta, fragmen Taman Soak dari Jateng.
“Pemberangkatan tim kesenian atas undangan Kedubes Indonesia di Singapura. Semoga, melalui media seni dan promosi budaya ini, kiranya dapat memberikan informasi positif tentang Indonesia sebenarnya,” jelasnya.
Tak terulang
Saat disinggung tentang munculnya kekhawatiran masyarakat terulangnya kasus tur kesenian ke Belgia yang menyisakan utang, Begug menegaskan hal itu tidak akan terulang kembali. Pasalnya, perjalanan kali ini dirinya menggunakan agen perjalanan yang berbeda dengan yang dipakai di Belgia.
“Saya akan buktikan bahwa kasus utang tidak akan terjadi. Undangan ini merupakan hal istimewa bagi kami. Para pelaku kesenian tradisional itu adalah anak-anak Wonogiri,” jelasnya singkat.
Berdasarkan pantauan Espos, rombongan tim kesenian Wonogiri mulai berangkat menuju Semarang pukul 08.00 WIB. Rombongan menghadap Gubernur Jateng terlebih dulu sebelum bertolak ke Singapura. Selain menghadiri undangan Kedubes Indonesia di Singapura, rombongan itu juga memiliki misi mempromosikan pariwisata dan budaya Indonesia.
Sebelumnya, anggota DPRD Wonogiri, Hamid Noor Yasin berharap misi kesenian Wonogiri ke Singapura dapat berjalan lancar. Kasus yang menimpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berupa utang dapat dihindari sedini mungkin.
Sementara, Ketua LSM Putra Perwira Bangun Bangsa (PPBB) Wonogiri, Kenthut Suryatno, mendesak anggota legislatif segera melakukan hak interpelasi terkait pemberangkatan tim kesenian yang dinilai tidak jelas.
“Masyarakat perlu tahu dari mana dan berapa besar dana yang digunakan? Sekalipun bukan APBD, mestinya Bupati harus dapat mempertanggungjawabkan kepada publik,” pintanya. - Oleh : Ponco Suseno
|
![]() |
| |
 |
  |
 |
|
![]() |
isi : Rabu, 07 Januari 2009 , Hal.V
Wonogiri tanam bibit di karst
Wonogiri (Espos) Langkah penyelamatan lingkungan melalui penanaman bibit pohon kembali digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri. Kali ini, penanaman bibit akan dilakukan di kawasan Karst Pracimantoro, Rabu (7/1) ini.
“Ini bagian dari komitmen Pemkab Wonogiri untuk ikut andil mengurangi pengaruh global warming, salah satunya adalah dengan konservasi lahan,” terang Kabag Humas Setda Wonogiri, Waluyo SSos di tempat kerjanya, Selasa (6/1).
Penanaman ribuan bibit pohon ini rencananya dihadiri oleh Deputi Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam, Pengendalian Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Dra Masnellyarti Hilman MSc. - Oleh : ewy
|
![]() |
| |
 |
  |
 |
|
![]() |
Edisi : Kamis, 08 Januari 2009 , Hal.V
Belalang tak serang Paranggupito
Paranggupito (Espos) Pemerintah Kecamatan Paranggupito memprediksi adanya peningkatan hasil pertanian di kawasan rawan kekeringan itu, tahun ini.
Pasalnya, untuk kali pertama dalam tiga tahun terakhir, hama belalang tidak menyerang lahan pertanian di Paranggupito.
“Tahun-tahun sebelumnya, daerah kami selalu menjadi langganan hama belalang, bahkan hama itu juga dimanfaatkan petani untuk mencari penghasilan tambahan. Namun entah kenapa hingga awal Januari ini tidak ada laporan hama belalang satu pun,” terang Camat Paranggupito, Sularso di Wonogiri, Selasa (6/1).
Disampaikan dia, dua tahun sebelumnya, hama belalang kerap melanda Paranggupito, khususnya di daerah pesisir. Tak heran para petani dapat mengantongi tiga hingga lima kilogram belalang yang selanjutnya dijual antara Rp 6.000 hingga Rp 9.000 per kilogram. “Hal itu cukup untuk dijadikan kerja sampingan petani bila hasil pertanian tidak memuaskan lantaran dirusak hama belalang,” katanya. - Oleh : ew
|
![]() |
| |
 |
  |
 |
|
![]() |
18/12/2008 16:27 wib - Daerah Aktual
Nunggak Biaya Travel, Bupati Wonogiri Dilaporkan ke Gubernur
Wonogiri, CyberNews. Bupati Wonogiri Begug Poernomosidi menyatakan, tidak masalah dia diadukan ke Gubernur Jawa Tengah oleh agen biro travel perjalanan PT Balad Nasr Kusuma Semarang, terkait soal tunggakan biaya misi tim duta kesenian Pemkab Wonogiri waktu ke Belgia.
''Diadukan ke Gubernur? Tidak masalah,'' tandasnya, Kamis (18/12). Karena menurut Begug, substansi persoalannya ini menyangkut masalah kekurangan pembayaran dana, yang itu dapat dikategorikan semacam utang. ''Ndak masalah itu sampai diadukan ke Gubernur, wong negara saja juga punya utang. Apalagi, ini tidak terkait dengan dana APBD. Anggarannya ke Belgia itu non-APBD,'' ujarnya.
Seperti pernah diberitakan, tim kesenian Pemkab Wonogiri sejak tanggal 21 sampai dengan 31 Oktober 2008 lalu, melakukan misi kesenian ke Belgia dan muhibah ke beberapa negara Eropa. Terkait ini, Pemkab Wonogiri menjalin kerjasama dengan PT Balad Nasr Kusuma Tour & Travel. Tapi dalam penyelesaian pembiayaannya, PT Balad Nasr merasa bahwa Pemkab Wonogiri masih menunggak Rp 474 juta.
Aisten Sekda Bidang Administrasi, Annajib Thohari, didampingi Kabag Kerjasama Teguh Setiyono dan Kabag Humas Pemkab Waluyo, menyatakan, ada beberapa masalah yang perlu mendapatkan penjelasan terkait dengan hal penyelesaian kewajiban dengan pihak biro travel PT Balad Nasr. Pasalnya, perincian tagihan anggaran biaya perjalanan yang dibuat PT Balad Nasr terjadi perbedaan mencolok dengan jumlah kesepakatan.
Di sisi lain, tandas Annajib, pekerjaan yang dilaksanakan pihak biro travel ketika melaksanakan perjalanan, ada yang tidak sesuai dengan kesepekatan awal. ''Ini sebagaimana yang terjadi ketika di Eropa, rombongan misi kesenian Wonogiri dipecah-pecah perjalanannya. Ada yang naik pesawat, dan ada yang lewat darat,'' katanya.
Kata Annajib, terkait dengan kewajiban tersebut, sebenarnya sudah tidak masalah. ''Namun kami menunggu pihak biro travel untuk menjelaskan hal-hal tersebut di atas,'' ujarnya. Hasil koordinasi dengan biro travel PT Balas Nasr, ungkap Annajib, bahwa kewajiban kami akan diselesaikan sampai pada akhir Desember 2008, setelah penjelasan tersebut kami terima.
Apalagi, menurut Annajib, sampai dengan Jumat (12/12), Pemkab telah melakukan pembayaran kepada biro travel PT Balad Nasr sebesar Rp 701.089.560 dari total kewajiban pembayaran sebesar Rp 997.381.200. ''Karena itu, terus terang kami kaget mengapa masih saja disebutkan nunggak sebanyak Rp 474 juta?'' tuturnya.
Asisten Sekda, Kabag Kerjasama dan Kabag Humas, memberikan penegasan tidak benar kalau diisukan sumber pembiayaan tim kesenian ke Belgia ini dimintakan kepada para pimpinan dinas dan instansi. ''Tidak ada penarikan dana ke dinas dan instansi, karena ini dibiayai sponsor Pak Bupati,'' kata Annajib.
(Bambang Purnomo /CN05)
|
![]() |
| |
 |
  |
 |
|
![]() |
pelabuhan gagal tota........ uang melayang sia sia
diambil dr kr
Home>>Jawa Tengah
FPAN DPRD WONOGIRI PUNYA BUKTI; Proyek Dermaga Paranggupito Gagal Total
14/12/2007 08:43:11 WONOGIRI (KR) - Kasus ‘pencurian’ air PDAM dan proyek pembangunan dermaga Klotok di wilayah Kecamatan Paranggupito Wonogiri mendapat sorotan tajam kalangan dewan. Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional atau PAN DPRD Wonogiri Subandi PR SPd, dalam sidang paripurna DPRD, Rabu (12/12) kemarin, membeberkan kedua kasus yang diduga sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya itu dengan disertai gambar-gambar visual sehingga sempat mengejutkan para anggota dewan sendiri maupun eksekutif termasuk Bupati Wonogiri Begug Poernomosidi. Dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Sugimin JS ST tersebut, 4 anggota dewan menyampaikan pemandangan umum atas nota pengantar RAPBD Wonogiri tahun 2008 yang diajukan bupati. Mereka, Subandi PR SPd (FPAN), Tinggeng (FPKS), Agung Nugroho (FPG) dan Martanto SH (FPDIP). Untuk kali pertama dalam sejarah sidang DPRD Wonogiri, anggota dewan menyoroti kegagalan proyek-proyek di daerahnya melalui pemandangan umum dengan melampirkan bukti-bukti berupa rekaman video visual.
Lebih lanjut diungkapkan Subandi yang juga anggota Komisi B DPRD, komisinya belum lama ini menemukan kasus ‘pencurian’ air PDAM di wilayah Wonogiri bagian selatan yang dinilai merugikan konsumen maupun perusahaan daerah milik Pemkab Wonogiri itu. Pasalnya, jaringan pipa PDAM Paranggupito sengaja dijebol kemudian dialirkan ke bak penampung milik seseorang.
”Menurut sejumlah saksi kasus ini sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya namun tidak pernah ditangani, pantas saja jika PDAM selalu rugi,” kata Subandi menyindir.
Dermaga Klotok
Di sisi lain anggota Komisi B DPRD Wonogiri ini menyoroti kegagalan pembangunan dermaga Klotok Paranggupito yang sudah berlangsung hingga 2 tahun anggaran APBD. Mestinya, ungkap dia, proyek pembangunan dermaga yang diawali dengan pemasangan beton-beton pemecah ombak Laut Selatan dengan dana APBD Wonogiri Rp 600 juta itu selesai dikerjakan 2006 lalu.
”Namun tahun itu (2006) gagal dan bupati pernah menjanjikan selesai tahun 2007 ini dengan dana Rp 600 juta lagi. Tapi untuk kedua kalinya gagal lagi karena tahun 2007 tinggal beberapa hari saja,” ujar Subandi menyayangkan.
Fraksi PAN mendesak agar pelaksanaan proyek dermaga di Pantai Selatan Wonogiri ini tidak dilakukan dengan cara-cara mistik atau sesuatu yang berbau klenik tapi harus sesuai jadwal anggaran yang sudah ditetapkan. Pasalnya, sesuai kajian tim teknis mestinya proyek pemasangan pemecah ombak laut tersebut dilakukan pada bulan Mei-Juni lalu namun mengapa baru dikerjakan bulan November. (Dsh/Ths)-c
|
![]() |
| |
 |
  |
 |
|
![]() |
Dikirim Oleh jsedhy pada 24 May 2008 19:40:35
”Waspadai gelombang pasang Laut Selatan”
Wonogiri
Dinas Kehewanan Perikanan dan Kelautan (Diswanperla) Wonogiri meminta para nelayan di Laut Selatan agar tak melaut sampai dengan 12 Mei mendatang.
Pelarangan itu menyusul surat dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Pusat yang menyatakan bahwa selama sepekan, mulai 6-12 Mei 2008, gelombang pasang di Laut Selatan membahayakan.
”Menyikapi surat tersebut, kami meminta kepada para nelayan di Pantai Selatan khususnya di Paranggupito dan Pantai Nampu agar tak melaut hingga kondisi air laut benar-benar dinyatakan aman,” ujar Kepala Diswanperla Wonogiri, Ir Guruh Santosa, saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Jumat (9/5).
Guruh menjelaskan, meski jumlah nelayan di pantai selatan hanya sekitar 20 orang, karena menyangkut keselamatan, para nelayan diminta tak menyepelekan bahaya gelombang pasang, apalagi di Laut Selatan yang terkenal ganas.
”Nanti, jika kondisi air sudah surut dan tak membahayakan lagi, nelayan kan bisa mencari ikan lagi. Yang penting, keselamatan harus diutamakan,” paparnya.
Kasubdin Perikanan dan Kelautan Diswanperla, Ir Heru Soetopo, menambahkan, peristiwa gelombang pasang di laut selatan sebenarnya tak lazim terjadi pada saat ini. Dia menjelaskan, gelombang pasang hebat biasanya terjadi setelah memasuki bulan Januari. Memasuki bulan Juli hingga dengan November, jelasnya, biasanya air laut kembali surut.
”Nah, surat tersebut kan datangnya dari BMG, jadi bisa saja mereka memprediksikan yang selama ini tak terprediksikan. Ya, kami pun harus menyikapinya, ketimbang nantinya terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” ungkapnya.
Menurut Heru, nelayan yang beroperasi di Laut Selatan adalah nelayan tradisional yang mengandalkan perahu dayung ketika mencari ikan.
|
![]() |
| |
 |
  |
 |
|
![]() |
Dikirim Oleh jsedhy pada 11 May 2008 12:24:11
Kasingkur dening TV lan game
Ing adicara Bancakan Dongeng dan Gending Dolanan, sawetaran dina kapungkur, mapan ing Joglo Padhepokan Jengglong Joyo, dhalang Wayang Suket, Ki Slamet Gundono, sedya mbiyantu warga Mertoudan kanggo ngupaya nguripake tradhisi ndongeng ing tlatah Mertoudan.
Miturut Slamet, yektine jaman biyen dongeng mujudake salah sijine sarana sesambungan utawa komunikasi kang kabiji mrantasi tumrap kabutuhan ndhidhik bocah. Ndongeng ing jaman biyen dimumpangatake para wong tuwa nalika sesambungan batin kalawan anak-anake ndalem nggulawenthah rasa pangrasa, akhlak lan uga bab suba sita.
Ananging dayane globalisasi kang salah siji ciri menjilane arupa majuning teknologi komunikasi lan informasi, mligine kang nggunakake sarana teknologi elektronik, ndadekake dongeng sansaya kasingkur, dikiwakake, lan prasasat wus ora dikenal maneh dening para wong tuwa lan uga bocah-bocah.
Sumarni, salah sijine guru TK kang teka ing adicara iku, nalika wawangunem kalawan Espos, mratelakake, jaman saiki arang banget ana guru TK kang prigel lan wasis ndongeng. Saliyane pancen ora tau ndongeng uga kangelan golek dongeng kang bakal dicritakake marang para siswa-siswane.
Miturut artis kang uga pranata adicara kondhang, Maudy Koesnaedy, nalika hamicara ing Padhepokan Jengglong Joyo iku, racake wong tuwa jaman saiki duwe pawadan padha kang nyebabake arang banget kulawarga kang nguri-uri tradhisi ndongeng tumrap anak-anake.
”Pawadan ngapa racake wong tuwa jaman saiki wus ngiwakake tradhisi ndongeng yektine pancen klise. Pawadane ya mung wates ora biyasa ndongeng, amarga wus kekeselan sawise sedina ngedhur nyambut gawe, wus akeh sumber panglipur liya kanggo bocah-bocah lan pawadan liyane kang tundhone ndadekake wong tuwa ora gelem ndongeng kanggo putra-putrane,” piterange Maudy nganggo Basa Indonesia.
Sumber panglipur tumrap bocah kang akeh sumadya ing jaman saiki, tandhese Maudy, arupa giyaran pilem-pilem kartun ing televisi kang prasasat ora ana enteke sedina sewengi, maneka rupa dolanan komputer utawa game kalebu playstation, komik-komik kanggo bocah kang dijarwakake saka komik-komik kang asale saka Jepang, Amerika lan nagara manca liyane lan maneka rupa dolanan panglipur liyane kang lelandhesan majune teknologi komunikasi lan informasi.
Kamangka, sawenehing sarana panglipur asiling budaya global iku, miturut Slamet, yektine ora mawas bab kabutuhan komunikasi utawa sesambungan batin antarane wong tuwa lan anak. Kacihna, ya sesambungan batin kang raket banget antarane wong tuwa lan anak kang bisa njurung bocah bisa ngrembaka jiwane kanthi apik lan samengkone tansah sumadya ngadhepi sakehing reridhu kang sadawane uripe ing alam donya.
”Bocah kang dijarke antuk panglipur saka giyaran televisi, CD/VCD, game ndalem komputer, komik, playstation lan sajinise, jiwane bakal ngrembaka kanthi kenthel werna individualistis-e. Beda yen bocah kerep sesambungan batin kalawan wongtuwane sarana tradhisi ndongeng kang samengkone bakal kadudut daya imajinasi-ne kang asipat positip, ngrembaka rasa sosiale, duwe rasa urmat kang dhuwur marang wong tuwa lan sipat-sipat postip sajinise,” piterange Maudy. ::pra::
|
![]() |
| |
 |
  |
 |
|
![]() |
BKD percepat pemberkasan GB
Dikirim Oleh Po3nX pada 18 February 2008 10:58:35
 Wonogiri (Espos) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri mengaku telah melakukan percepatan pembuatan surat keputusan (SK) penempatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) bagi 510 guru bantu (GB) Wonogiri formasi 2007.
”Saat ini, 441 GB sudah mendapat nomor induk pegawai, tinggal proses pembuatan SK-nya. Paling lambat awal Maret, SK sudah bisa diserahkan,” tegas Kepala BKD Wonogiri, Reni Ratnasari, yang ditemui Espos di ruang kerjanya, Senin (18/2).
Dalam kesempatan itu, Reni juga menerangkan dari 510 GB yang ikut pemberkasan, terdapat 69 orang yang berkas mereka masih diproses di Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Selain itu, ada pula 18 GB usia kritis dari formasi 2005 yang berkasnya masih diproses oleh lembaga sama. Dua formasi ini, menurut Reni, ...
|
![]() |
| |
 |
  |
 |
|
![]() |
Ratusan unggas di Jendi dimusnahkan
Dikirim Oleh Po3nX pada 18 February 2008 10:49:43
 18-Februari-2008 19:02
Wonogiri (Espos)--Warga Dusun Bulu, Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Wonogiri sepakat mengurangi populasi dan memusnahkan ayam serta unggas, menyusul temuan kematian ayam di wilayah tersebut. Sejak Minggu (17/2) kemarin, sedikitnya 100 ekor ayam telah dimusnahkan.
Camat Selogiri, Bambang Haryanto, Senin (18/2), mengatakan pemusnahan unggas yang dimaksud oleh warga adalah pemusnahan unggas yang positif terserang virus AI dengan cara dikubur. "Sementara bagi ayam atau unggas yang masih sehat dikurangi populasinya. Caranya, disembelih sendiri untuk tambahan gizi keluarga atau dijual dalam bentuk daging yang sudah matang," jelasnya.
Lebih lanjut mantan Camat Puhpelem ...
|
![]() |
| |
| Halaman ke 1 Dari 2 |
1 |
2 |
> |
|
 |
Login |
 |
|
 |
Shoutbox |
 |
|
 |
Newsletter |
 |
|
 |
Info Browser |
 |
| |
Diakses dari IP dengan browser
|
|
|
|
 |